Harga Bawang Merah | 0877-7751-5088- | Jual Bawang Merah


Harga Bawang Merah 

Sebelumnya perlu diketahui bahwa budidaya bawang merah susah-susah gampang,apalagi saat ini iklim di Indonesia selalu berubah-ubah dan sekarang musim kemarau sulit ditemui dalam beberapa tahun belakangan ini,maka jika tanaman sering terkena hujan deras terus menerus maka terpaksa sebagian besar petani melakukan panen paksa.Usia panen bawang merah biasanya sekitar 2bulan atau 60 hari tapi jika kondisi alam tidak menentu maka panen paksa menjadi pilihan terakhir,kerugian besar pun tak bisa mereka hindari

harga bawang merah di pasaran

Kebanyakan petani bawang merah mengeluh dengan kondisi saat ini,saat harga bawang merah melonjak tajam dipasaran terutama harga bawang merah di pasar induk Kramat Jati yang biasa dijadikan patokan,pemerintah langsung turun tangan menstabilkan dengan mendatangkan bawang impor,akan tetapi saat harga bawang merah merosot tajam pemerintah seakan-akan "tutup kuping" akan hal ini.

Padahal harga bibit bawang merah lumayan mahal belum termasuk pupuk,obat-obatan pertanian dan upah buruh disawah dari mulai pengolahan lahan,masa tanam sampai masa panen.Perlu adanya sikap pemerintah yang tegas dan kepeduliannya terhadap masa depan bawang merah lokal Indonesia,karena jika dibiarkan terus menerus maka petani enggan untuk budidaya bawang merah lagi.


Bukan hanya para petani bawang merah Brebes saja yang mengeluh dengan keadaan harga bawang merah hari ini atau saat ini tetapi dari berbagai daerah penghasil bawang lainnya seperti di Nganjuk,Probolinggo,Demak,Kudus,Semarang,Enrekang,Padang,Bojonegoro,Malang dan kota lainnya.

Harga bawang merah hari ini diJawa Timur juga mengalami penurunan harga yang drastis,semoga pemerintah bisa menghentikan pasokan impor agar bawang merah lokal bisa mengalami kenaikan terutama menjelang bulan puasa ( Ramadhan) & lebaran nanti.

Jangan samakan dengan harga bawang putih 1kg nya lebih stabil karena memang petani budidaya bawang putih belum begitu banyak seperti budidaya bawang merah,sehingga untuk memenuhi kebutuhan bawang putih pemerintah harus selalu impor,seharusnya pemerintah juga menggalakkan budidaya bawang putih diberbagai wilayah Indonesia agar bisa swasembada & tidak tergantung terus menerus terhadap bawang impor.


Untuk mengetahui harga bawang merah hari ini atau saat ini silahkan hubungi saya (Sdr.Jamal) WA : 0877-7751-5088 ,0812-2557-7757 (Telp) , BBM (D36170f4)

Terima Kasih 






Baca selengkapnya

Natural GLIO Pengendali Penyakit Tanaman Bawang Merah dan Tanaman Pangan Lainnya

Natural GLIO Pengendali Penyakit Tanaman Pangan

Akhir-akhir ini para petani makin dibingungkan dengan iklim Indonesia yang berubah-ubah,kadang hujan deras,kadang panas,kadang juga mendung.Apalagi dalam beberapa tahun ini sudah jarang kita temui musim kemarau sehingga para petani sukar menentukan kapan baiknya masa tanam nya dimulai,perubahan iklim secara terus menerus juga mendatangkan berbagai penyakit tanaman yang makin susah diatasi

Penyebab penyakit tanaman ada beberapa macam antara biotik & abiotik.penyakit tanaman yang disebabkan karena faktor biotik adalah penyakit yang diakibatkan oleh organisme penganggu misalanya cendawan, bakteri dan lain sebagainya. sedangkan penyakit yang disebabkan oleh faktor abiotik misalnya defisensi hara, kerusakan yag timbul akibat terlalu lembab, terlalu kering dan sebagainya. cara untuk membedakan antara penyakit biotik dan penyakit abiotik adalah pada penyakit abiotik biasanya gejala kerusakan rata pada satu hamparan tanaman sedangkan pada penyakit yang diakibatkan faktor biotik gejala serangan cenderung tidak merata. — Penyebaran penyakit ini dapat melalui angin, air, serangga dan faktor lingkungan (kelembapan dan suhu). selain itu juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tanaman yang sakit ataupun alat alat pertanian yang sudah terkontaminasi. manusia pun dapat menjadi penyebar patogen yang efektif.
Pengendali penyakit tanaman

Natural GLIO Pengendali Penyakit Tanaman 

Kategori Produk: Agrokomplek, Pertanian, Pestisida
Nama Produk: Natural GLIO
Kode Produk: GLIO
Isi/Berat: 100 gr
Harga: Rp. 40.000
Dilihat: 27883


Deskripsi Produk Natural GLIO

Natural GLIO (Gliocladium) adalah salah satu produk pestisida organik pengendali penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara. Natural GLIO dapat digunakan untuk menghancurkan inokulum atau sumber infeksi penyakit bagi tanaman serta mencegah penyebaran sumber infeksi penyakit dengan kolonisasi tanah. Pestisida organik dari Nasa ini juga mampu melindungi akar-akar tanaman dan perkecambahan biji dari sumber infeksi penyakit pada tanaman. Penggunaan Natural Glio ini aman bagi lingkungan, manusia serta hewan.

Gambar Natural GLIO Nasa Natural Nusantara

obat mengatasi penyakit tanaman

Manfaat Natural GLIO Nasa

*Glio dapat menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.

*Glio akan mencegah tersebarnya sumber infeksi penyakit.

*Glio mampu melindungi akar tanaman dan juga perkecambahan biji dari sumber infeksi penyakit tanaman.

*Selaras dengan keseimbangan alam, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.

Mekanisme Kerja Natural Glio

Natural GLIO Nasa memiliki sifat Hiperparasit terhadap penyakit tanaman (pathogen), sehingga dapat terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi dalam tanah. Natural GLIO akan mengeluarkan zat antibiotik berupa Gliovirin dan Viridin. Zat antibiotik ini akan mematikan pathogen penyebab penyakit pada tanaman. Natural GLIO ini akan berkembang terus-menerus mengkolonisasi sehingga dapat melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

Tanaman Sasaran


Bawangmerah, Bawang daun, Cabai, Tomat, Terong, Kubis, Semangka, Melon, dan lain-lain.
Penyakit Sasaran

1. Sasaran utama :

-Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.)
-Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)
2. Sasaran lainnya :

-Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.)
-Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)
Catatan :

GLIO terutama bersifat prefentif (pencegahan)
GLIO terutama mengendalikan penyakit yang berada di tanah
PETUNJUK PENGGUNAAN NATURAL GLIO
Penggunaan langsung, pada tanaman holtikultura dan pangan diberi 1 – 2 gr tiap tanaman pada lubang yang akan ditanami.
Penggunaan bersama pupuk kandang (lebih dianjurkan), 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kg , diamkan + 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka
1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2-3 kg lalu diamkan + 1 minggu baru digunakan, dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.
Waktu terbaik pemberian Natural GLIO adalah sore hari


PERINGATAN PENGGUNAAN NATURAL GLIO
Jangan dicampur dengan pestisida lain.


Simpan ditempat yang sejuk ( suhu 250 – 300 C ) dan terlindung dari sinar matahari langsung

Dapatkan Natural Glio Pestisida Organik Pengendali Penyakit Tanaman dari PT Natural Nusantara 

Dapatkan Obat Pembasmi Hama Tanaman Bawang Merah


Info Pemesanan


Sdr.Jamal 

WA : 0877-7751-5088
TELP : 0812-2557-7757
BBM : D36170f4

Baca selengkapnya

Pupuk Cair Organik Bawang Merah POC NASA

Pupuk Cair Organik Bawang Merah POC NASA,Sebelum saya jelaskan,apa itu POC NASA Pupuk Cair Organik? sebelumnya ijinkan saya mengajukan beberapa pertanyaan terlebih dahulu kepada anda.Apakah anda sedang kebingungan mencari / membutuhkan pupuk cair yang paling bagus untuk bawang merah anda?apakah anda sedang mencari pupuk cair yang tidak merusak lahan malah bisa menggemburkan tanah sawah anda?apakah anda sedang mencari pupuk yang bisa mencari pupuk yang membuat bawang merah anda cepat tumbuh,tidak mudah terserang penyakit & menghasilkan umbi yang lebih besar & lebih baik kualitasnya?

Terima kasih anda telah mengunjungi website kami,tepat sekali apa yang anda butuhkan ada disini,karena pupuk cair dari NASA telah teruji & terbukti melalui berbagai penilitian bisa menghasilkan umbi bawang merah.Pupuk cair ini juga cocok digunakan di wilayah dataran rendah ataupun dataran tinggi,pupuk cair ini juga telah dipakai ribuan para petani bawang merah

POC Nasa Pupuk Organik Cair

pupuk cair organik bawang merah
Pupuk Organik Cair POC Nasa Natural Nusantara
Kategori Produk: Agrokomplek, Perikanan, Pertanian, Peternakan
Nama Produk: POC NASA
Kode Produk: NASA
Isi/Berat: 500 cc
Harga: Rp. 40.000
Dilihat: 33948



Deskripsi Produk POC NASA
POC Nasa merupakan produk pupuk organik cair yang diproses dengan formula khusus dan dibuat dari bahan dasar alami (organik) yang multiguna untuk tanaman, peternakan dan perikanan.

Gambar POC Nasa Natural Nusantara

Fungsi multiguna Pupuk Organik Cair POC Nasa

Meningkatkan produksi tanaman ( kualitas dan kuantitas ) dengan mengutamakan kelestarian lingkungan ( aspek K-3 : Kuantitas – Kualitas- Kelestarian ).
Menjadikan tanah yang keras menjadi gembur secara berangsur – angsur.
Melarutkan sisa pemakaian pupuk kimia dalam tanah (dapat dimanfaatkan oleh tanaman).
Memberikan semua jenis unsur tanah baik makro maupun mikro lengkap.
Dapat mengurangi penggunaan pupuk Urea dan SP-36 serta KCl + 12,5% – 25%
Setiap 1 (satu) liter POC Nasa mengandung fungsi unsur hara mikro yang setara dengan 1 ton pupuk kandang.

cara memperbanyak umbi bawang merah

Memacu pertumbuhan tanaman serta akarnya, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan, juga dapat mengurangi kerontokan baik bunga maupun buah (mengandung hormon ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin).
Membantu perkembangan mikro-organisme dalam tanah yang berguna bagi tanaman seperti cacing tanah, Penicilium glaucum dan lainnya.
Meningkatkan daya tahan tanaman dari gangguan hama dan penyakit
Meningkatkan bobot/berat ternak besar seperti sapi dan kambing, ikan, udang serta unggas.
Meningkatkan nafsu makan ternak, ikan/udang dan unggas.
Membantu pembentukan bahan pakan alami (plankton) bagi ikan dan udang.
Untuk hasil yang lebih optimal, sangat bagus jika dalam aplikasi dipadukan dengan HORMONIK.Hasil Uji Lab Sucofindo POC Nasa Natural NusantaraDapatkan produk Pupuk Organik Cair Nasa ini  di Stockist Nasa!
  


Tersedia juga POC NASA Kemasan Besar dengan volume 3 liter.

Untuk pemesanan silahkan hubungi :
Sdr.Jamal

WA : 0877-7751-5088
TELP : 0812-2557-7757
BBM : D36170f4
Baca selengkapnya

POP SUPERNASA Pupuk Organik Padat Bagus Untuk Budidaya Bawang Merah


Apakah anda sedang kebingungan mencari pupuk yang kualitasnya bagus & ramah lingkungan untuk budidaya bawang merah anda?apakah anda sedang mencari pupuk yang terbaik untuk bawang merah anda atau apakah anda mulai bosan dengan pupuk yang selama ini pakai ternyata hasilnya mengecewakan?

Tepat sekali anda mengunjungi web kami,karena kami menjual pupuk terbaik & keluaran terbaru dari P.T. Natural Nusantara yang sudah teruji & terbukti menjadikan hasil bawang merah anda meningkat hasilnya,jauh lebih baik  dari kualitas maupun kuantitasnya,ramah lingkungan & tidak merusak lahan.Pupuk ini juga sekarang telah dipakai ribuan petani budidaya bawang merah diberbagai daerah seperti Brebes, Cirebon, Indramayu,Nganjuk,Pati,Demak,Bojonegoro,Probolinggo,Padang,Enrekang,Aceh,Medan,Lampung & kota penghasil bawang merah lainnya.

POP SUPERNASA Pupuk Organik Padat Bagus Untuk Budidaya Bawang Merah

pop supernasa
Pupuk Organik Padat POP Supernasa Natural Nusantara
Kategori Produk: Agrokomplek, Pertanian
Nama Produk: POP SUPERNASA
Kode Produk: SPRK
Isi/Berat: 250 gr
Harga: Rp. 55.000
Dilihat: 16687
Deskripsi Produk POP SUPERNASA
POP Supernasa merupakan produk Pupuk Organik Padat dari PT Nasa yaitu formula alami (organik) khusus yang berguna untuk memperbaiki tanah yang secara fisik sudah tergolong rusak ( menggemburkan ), menyediakan semua unsur hara essensial bagi tanaman ( khemis ) dan membantu meningkatkan perkembangan mikro-organisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman ( biologis ). SUPERNASA dapat mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK berbahan kimia.POP Supernasa Pupuk Organik Padat Natural Nusantara

Fungsi Pupuk Organik Padat POP Supernasa

FUNGSI UTAMA SUPERNASA :

1. Supernasa mampu memperbaiki lahan yang telah rusak :

Meningkatkan kesuburan fisik tanah : memperbaiki tanah yang keras menjadi gembur secara berangsur-angsur.
Meningkatkan kesuburan khemis tanah : memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap bagi tanaman.
Meningkatkan kesuburan biologis tanah : membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
2. Supernasa dapat mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia seperti Urea, SP-36 dan KCl sebesar 25% – 50%.

FUNGSI LAIN POP SUPERNASA :
Meningkatkan produksi tanaman baik secara kualitas maupun kuantitas.
Melarutkan sisa–sisa kimia yang berasal dari pupuk maupun pestisida dalam tanah, sehingga dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman.
Memacu pertumbuhan tanaman, merangsang perkembangan bunga dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah.
Kandungan Unsur dalam SUPERNASA

Total (N+P2O5+K2O) 8.60%, C Organik 30.27%, Zn 41.04 ppm, Cu 8.43 ppm, Mn 80.12 ppm, Co 12.77 ppm, Fe 0.45 ppm, Ca 1.46%, S 1.43%, Mg 0.4%, Cl 1.27%, Na 0.11% Si 0.3%, Al 0.11%, NaCl 2.09%, SO4 4.31%, pH 7.84, C/N ratio 12.36%, Lemak 0.07%, Protein 16.69, Karbohidrat 1.01%
Asam Humat 1.29%, Kadar Air 28.23%
Bebas Logam Berat (Pb, Cd, Hg, As)
Bebas Mikroba (E.Coli, Salmonella)


Cara Penggunaan Pupuk Organik SUPERNASA






Baca selengkapnya

Tehnik Budidaya Bawang Merah Brebes Organik Dengan Produk Nasa



budidaya bawang merah asal biji, budidaya bawang merah ala brebes, budidaya bawang merah alamtani, cara budidaya bawang merah brebes, teknik budidaya bawang merah dari biji, cara budidaya bawang merah dengan biji, cara budidaya bawang merah yang baik, cara budidaya bawang merah dari biji, cara budidaya bawang merah yang baik dan benar, cara budidaya bawang merah yg baik, 2^cara budidaya bawang merah yg baik dan benar, cara budidaya bawang merah.com, cara budidaya bawang merah di polybag, cara budidaya bawang merah dimusim hujan, cara budidaya bawang merah di lahan kering, cara budidaya bawang merah di pot, budidaya bawang merah enrekang, cara budidaya bawang merah di lahan gambut, cara budidaya bawang merah di tanah gambut, budidaya bawang merah greenhouse, 3^Tahun 2017 ini banyak sekali peminat budidaya bawang merah Brebes di berbagai daerah,apalagi sekarang pemerintah sedang menggalakkan untuk pembukaan lahan baru budidaya bawang merah diberbagai daerah,kami juga mendapatkan banyak penawaran untuk ambil bagian dalam proyek pemerintah tersebut,kami siap melayani  bagi yang ingin memesan bibit bawang merah berapapun banyaknya baik itu yang berlabel (bersertifikat ) dari dinas pertanian maupun yang tidak berlabel atau bibit bawang merah biasa,karena kami bekerja sama dengan berbagai kelompok tani yang berada di kota Brebes & sekitarnya


Pemerintah ditahun ini berupaya untuk bisa menghasilkan swasembada pangan diberbagai hasil pertanian & berjanji  kedepan akan menghentikan import kebutuhan komoditi sayuran,mungkin ada yang bertanya-tanya bagaimana cara budidaya bawang merah Brebes yang baik & benar sehingga menghasilkan bawang merah kualitas terbaik
teknik budidaya bawang merah nasa, teknik budidaya bawang merah di polybag, teknik budidaya bawang merah dengan biji, teknik budidaya bawang merah tuk tuk, teknik budidaya bawang merah organik, teknik budidaya bawang merah vertikultur, teknik budidaya bawang merah dalam polybag, teknik budidaya bawang merah dimusim hujan, teknik budidaya bawang merah brebes, teknik budidaya bawang merah,Budidaya bawang merah (Allium cepa) termasuk salah satu budidaya tanaman hortikultura yang hasilnya sangat dibutuhkan oleh manusia. Untuk mencapai kesuksesan dalam usaha budidaya tersebut kita akan dihadapkan dengan berbagai masalah di lapangan seperti kekurangan unsur mikro, serangan hama dan penyakit, dan lain-lain yang menyebabkan menurunnya produksi bawang merah baik kuantitas maupun kualitas.
PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu penyelesaian permasalahan tersebut. Salah satunya dengan menyediakan produk pupuk dan pestisida organik dan panduan teknik budidaya bawang merah Brebes organik untuk mendukung peningkatan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K – 3 ), sehingga petani dapat berkarya dan berkompetisi di era perdagangan bebas.

Teknis Budidaya Bawang Merah

I. PRA TANAM
a. Syarat Tumbuh Bawang Merah
Bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan, tekstur sedang sampai liat. Jenis tanah Alluvial, Glei Humus atau Latosol, pH 5.6 – 6.5, ketinggian 0-400 mdpl, kelembaban 50-70 %, suhu 25-32 C
b. Pengolahan Tanah
  1. Pupuk kandang disebarkan di lahan dengan dosis 0,5-1 ton/ 1000 m2
  2. Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)
  3. Dibuat bedengan dengan lebar 120 -180 cm
  4. Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air (canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.
  5. Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu.
  6. Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan selama 1 minggu kemudian taburkan secara merata di atas bedengan.
c. Pupuk Dasar
  • Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 secara merata diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah.
  • Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.
Siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 10 botol/1000 m2 dengan cara :
  1. Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  2. Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.
  3. Biarkan selama 5 – 7 hari
d. Pemilihan Bibit Bawang Merah
  • Ukuran umbi bibit yang optimal adalah 3-4 gram/umbi.
  • Umbi bibit yang baik yang telah disimpan 2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya)
  • Umbi bibit harus sehat, ditandai dengan bentuk umbi yang kompak (tidak keropos), kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilau)
II. FASE TANAM
a. Jarak Tanam
  • Pada Musim Kemarau, 15 x 15 cm, varietas Ilocos, Tadayung atau Bangkok
  • Pada Musim Hujan 20 x 15 cm varietas Tiron
b. Cara Tanam
  1. Umbi bibit direndam dulu dalam larutan POC NASA + air ( dosis 1 tutup/lt air )
  2. Taburkan GLIO secara merata pada umbi bibit yg telah direndam larutan POC NASA
  3. Simpan selama 2 hari sebelum tanam
  4. Pada saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap tanam dibenamkan ke dalam permukaan tanah. Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit.
III. AWAL PERTUMBUHAN ( 0 – 10 HST )
a. Pengamatan Hama
  • Waspadai hama Ulat Bawang ( Spodoptera exigua atau S. litura), telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas.
  • Kelompok telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahkan. Populasi diatas ambang ekonomi kendalikan dengan VIREXI atau VITURA . Biasanya pada bawang lebih sering terserang ulat grayak jenis Spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam di perut /kalung hitam di leher, dikendalikan dengan VIREXI.
  • Ulat tanah . Ulat ini berwarna coklat-hitam. Pada bagian pucuk /titik tumbuhnya dan tangkai kelihatan rebah karena dipotong pangkalnya. Kumpulan ulat pada senja/malam hari. Jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang jadi sarangnya. Semprot dengan PESTONA.
  • Penyakit yang harus diwaspadai pada awal pertumbuhan adalah penyakit layu Fusarium. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan menguningnya daun bawang, selanjutnya tanaman layu dengan cepat (Jawa : ngoler). Tanaman yang terserang dicabut lalu dibuang atau dibakar di tempat yang jauh. Preventif kendalikan dengan GLIO.
b. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan pertama dilakukan umur 7-10 HST dan dilakukan secara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama ulat bawang. Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang
Dilakukan pendangiran, yaitu tanah di sekitar tanaman didangir dan dibumbun agar perakaran bawang merah selalu tertutup tanah. Selain itu bedengan yang rusak atau longsor perlu dirapikan kembali dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan dengan lumpur dari dasar saluran (di Brebes disebut malem).
c. Pemupukan pemeliharaan/susulan
Dosis pemupukan bervariasi tergantung jenis dan kondisi tanah setempat. Jika kelebihan Urea/ZA dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil, tapi jika kurang, pertumbuhan tanaman terhambat dan daunnya menguning pucat. Kekurangan KCl juga dapat menyebabkan ujung daun mengering dan umbinya kecil.
Pemupukan dilakukan 2 kali ( dosis per 1000 m2 ) :
  • 2 minggu : 5-9 kg Urea+10-20 kg ZA+10-14 kg KCl
  • 4 minggu : 3-7 kg Urea+ 7-15 kg ZA+12-17 kg KCl
  • Campur secara merata ketiga jenis pupuk tersebut dan aplikasikan di sekitar rumpun atau garitan tanaman. Pada saat pemberian jangan sampai terkena tanaman supaya daun tidak terbakar dan terganggu pertumbuhannya.
  • Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 diberikan pada umur ± 2 minggu.
d. Pengairan
    cara budidaya bawang merah hidroponik, cara budidaya bawang merah musim hujan, budidaya bawang merah hasil melimpah, budidaya bawang merah hibrida, budidaya bawang merah jurnal, cara budidaya bawang merah dalam karung, cara budidaya bawang merah di musim kemarau, budidaya bawang merah lahan kering, budidaya bawang merah lengkap, budidaya bawang merah lahan pasir,
  • Pada awal pertumbuhan dilakukan penyiraman dua kali, yaitu pagi dan sore hari.
  • Penyiraman pagi hari usahakan sepagi mungkin di saat daun bawang masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. Penyiraman sore hari dihentikan jika persentase tanaman tumbuh telah mencapai lebih 90 %
  • Air salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang merah
  • Tinggi permukaan air pada saluran ( canal ) dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan pertanaman
IV. FASE VEGETATIF ( 11- 35 HST )
a. Pengamatan Hama dan Penyakit
Hama Ulat bawang, S. litura dan S. exigua.
Thrips, mulai menyerang umur 30 HST karena kelembaban di sekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Jika ditemukan serangan, penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan. Populasi diatas ambang ekonomi kendalikan dengan BVR atau PESTONA.
Penyakit Bercak Ungu atau Trotol, disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Gejala serangan ditandai terdapatnya bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu di daun dan di tepi daun kuning serta mongering ujung-ujungnya. Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika ada hujan rintik-rintik segera dilakukan penyiraman. Preventif dengan penebaran GLIO.
Penyakit Antraknose atau Otomotis, disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Gejala serangan adalah ditandai terbentuknya bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan yang akan menyebabkan patahnya daun secara serentak (istilah Brebes: otomatis). Jika ada gejala, tanaman terserang segera dicabut dibakar dan dimusnahkan. Untuk jamur yang ada didalam tanah kendalikan dengan GLIO.
Penyakit oleh virus, gejalanya pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung ke segala arah dan terkulai serta anakannya sedikit. Usahakan memakai bibit bebas virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.
Busuk umbi oleh bakteri.
  • Umbi yang terserang jadi busuk dan berbau. Biasa menyerang setelah dipanen. Usahakan tempat yang kering.
  • Busuk umbi/ leher batang oleh jamur.
    Bagian yang terserang jadi lunak, melekuk dan berwarna kelabu. Jaga agar tanah tidak terlalu becek (atur drainase).
  • Untuk pencegahan hama-penyakit usahakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lain (bukan golongan Bawang-bawangan). PESTISIDA Kimia digunakan sebagai alternatif terakhir untuk mengatasi serangan hama-penyakit.
b. Pengelolaan Tanaman
  • Penyiangan kedua dilakukan pada umur 30-35 HST dilanjutkan pendagiran, pembumbunan dan perbaikan bedengan yang rusak.
  • Penyemprotan POC NASA dengan dosis 4-5 tutup/tangki tiap 7-10 hari sekali mulai 7 hari setelah tanam hingga hari ke 50-55. Mulai hari ke 35 penyemprotan ditambah HORMONIK dengan dosis 1-2 tutup/ tangki (dicampurkan dengan POC NASA).
  • Pengairan, penyiraman 1x per hari pada pagi hari, jika ada serangan Thrips dan ada hujan rintik-rintik penyiraman dilakukan siang hari.
V. PEMBENTUKAN UMBI ( 36 – 50 HST )
Pada fase pengamatan HPT sama seperti fase Vegetatif, yang perlu diperhatikan adalah pengairannya. Butuh air yang banyak pada musim kemarau sehingga perlu dilakukan penyiraman sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari.
VI. PEMATANGAN UMBI ( 51- 65 HST )
Pada fase ini tidak begitu banyak air sehingga penyiraman hanya dilakukan sehari sekali yaitu pada sore hari.
VII. PANEN DAN PACA PANEN
a. Panen
  • 60-90 % daun telah rebah, dataran rendah pemanenan pada umur 55-70 hari, dataran tinggi umur 70 – 90 hari.
  • Panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek
  • Pemanenan dengan pencabutan batang dan daun-daunnya. Selanjutnya 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan (Jawa : dipocong)
b. Pasca Panen
  • Penjemuran dengan alas anyaman bambu (Jawa : gedeg). Penjemuran pertama selama 5-7 hari dengan bagian daun menghadap ke atas, tujuannya mengeringkan daun. Penjemuran kedua selama 2-3 hari dengan umbi menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dan sekaligus dilakukan pembersihan umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan tanah yang terbawa dari lapangan. Kadar air 89 85 % baru disimpan di gudang.
  • Penyimpanan, ikatan bawang merah digantungkan pada rak-rak bambu. Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26-29 C kelembaban 70-80 %, sanitasi gudang.
Baca juga : 

Jual Bibit Bawang Merah Brebes Siap Tanam

Nah, itulah Teknik Budidaya Bawang Merah dengan teknologi NASA Organik yang bisa dijadikan acuan dalam cara budidaya Anda dengan harapan bisa meningkatkan hasil sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dengan meminimalisir penggunaan produk kimia.
Baca selengkapnya